Kementrian Kesehatan: Tiup Terompet Berpotensi Tularkan Difteri?

Kementrian Kesehatan: Tiup Terompet Berpotensi Tularkan Difteri?

Kementrian Kesehatan menyatakan bahwa penggunaan terompet yang secara bergantian bepotensi terjadinya penularan penyakit difteri.

Penggunaan terompet biasanya digunakan pada perayaan malam tahun baru, guna memeriahkan malam penutupan tahun tersebut.

www.margatomsio.com

Hal tersebut disampaikan Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Elizabeth Jane Soepardi kepada CNNIndonesia melalui pesan singkat, Kamis [28/12].

"Bisa menular jika ditiup secara bergantian," tutur Elizabeth.

Elizabeth mengatakan penularan penyakit difteri biasanya terjadi melalui percikan ludah. Oleh karena itu penularan difteri melalui terompet dimungkinkan terjadi, karena percikan ludah dapat keluar saat seseorang meniup terompet.

Namun, Elizabeth menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut bergantian meniup terompet apabila telah di imunisasi. Elizabeth yakin bahwa mereka-mereka yang telah di imunisasi akan kebal terhadap penyakit difteri dari berbagai pola penularan.

"Yang penting semua diimunisasi jadi kebal terhadap infeksi difteri. Jadi bebas tiup terompet," ucap Elizabeth.

Elizabeth lalu menghimbau kepada masyarakat agar mengikuti imunisasi difteri. Tentu agar kebal dari penyakit tersebut. Imunisasi dinilai akan akan mmenghilangkan segala kekhawatiran terhadap penularan penyakit sifteri.


#Penyebab Kematian
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan bahwa difteri adalah penyakit infeksi akibat bakteri Corynebacterium diptheriae dan memiliki masa inkubasi dua sampai lima hari. Akibat terburuk dari difteri adalah dapat menyebabkan kematian

"Gejalanya, anak ini demam tidak terlalu tinggi, 38 derajat. Tetapi ada timbul selaput di kerongkongan, di laring yang menyebabkan kerongkongan kita tertutup dan tidak bisa bernafas," kata Nila.

Nila mengatakan telah menyiapkan 3,5jt vial [botol] vaksin difteri. Jumlah tersebut dinilai cukup karena satu vial vaksin dapat digunakan 8 hingga 10 orang.

Walaupun demikian, Nila mengatakan Kemenkes Sudah meminta PT Bio Farma untuk meningkatkan produksi vaksin difteri pada tahun 2018 lalu. PT Bio Farma sendiri merupakan produsen vaksin terbesar ke empat di Indonesia.

Well, demikian pembahasan terkait Kementrian Kesehatan: Tiup Terompet Berpotensi Tularkan Difteri? pada artikel kali ini, semoga bermanfaat serta bisa menjadi referensi terbaik buat teman-teman semuanya. Jangan lupa berlangganan
DONASI VIA PAYPAL Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.margatomsio.com. Terima kasih.

LANGGANAN ARTIKEL TERBARU VIA EMAIL:

0 Response to "Kementrian Kesehatan: Tiup Terompet Berpotensi Tularkan Difteri?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel